News & Updates.

Banyak Minum Air Putih Pangkas Risiko Diabetes

Posted on: June 3rd, 2012 by Demka Sakti

Bila ingin menjauhi risiko diabetes, ada baiknya Anda mengganti minuman bersoda dan minuman manis lainnya dengan air putih. Penelitian terbaru menunjukkan bahwa banyak minum air putih dapat menurunkan risiko diabetes.

Peneliti di Harvard School of Public Health menemukan bahwa mengganti minuman manis dengan air putih dapat membantu mencegah gangguan metabolisme, yang pada gilirannya dapat memangkas risiko diabetes.

Baca selengkapnya di detik.com

Heart Attack Risk Linked To Car Ownership And Owning A TV

Posted on: January 13th, 2012 by Demka Sakti

According to a study published in the European Heart Journal, owning a car and a television is associated with an increased risk of heart attacks, particularly in low- and middle-income countries, while physical activity during leisure time or work considerably reduces the risk of heart attacks in developed and developing nations. 

The INTERHEART case-control study involved more than 29,000 individuals from 262 centers in 52 countries in North and South America, Europe, Africa, the Middle East, Asia and Australia. 

 

Read the full article on medicalnewstoday.com

Kids’ Cereals Loaded With Sugar

Posted on: December 7th, 2011 by Demka Sakti

Most children’s cereals do not meet proposed federal guidelines for food marketed to kids, according to a report from Environmental Working Group (EWG), a nonprofit research and advocacy organization.

Of 84 popular cereals, only 20 met all criteria for sugar, sodium, saturated and trans fat, and whole-grain content proposed earlier this year by the Interagency Working Group on Food Marketed to Children, which was convened by Congress to address the childhood obesity epidemic.

The EWG report focused on sugar content and found that two-thirds of the cereals studied contained more sugar than would be allowed under the federal recommendations — a maximum of 13 grams per 50 to 55 grams of cereal, equal to 24% to 26% sugar by weight.

The 10 cereals with the highest sugar content (by percentage weight) are:

  • Kellogg’s Honey Smacks (55.6%)
  • Post Golden Crisp (51.9%)
  • Kellogg’s Froot Loops Marshmallow (48.3%)
  • Quaker Oats Cap’n Crunch’s OOPS! All Berries (46.9%)
  • Quaker Oats Cap’n Crunch Original (44.4%)
  • Quaker Oats Oh!s (44.4%)
  • Kellogg’s Smorz (43.3%)
  • Kellogg’s Apple Jacks (42.9%)
  • Quaker Oats Cap’n Crunch’s Crunch Berries (42.3%)
  • Kellogg’s Froot Loops Original (41.4%)
Read the full article at medpagetoday.com

Inilah 22 Merek Kopi Berbahaya Bercampur Obat

Posted on: November 25th, 2011 by Demka Sakti

Dari hasil sampling yang dilakukan Badan Pengawas Obat dan Makanan terhadap 56 produk kopi dalam kemasan, ditemukan 22 produk yang positif mengandung Bahan Kimia Obat (BKO).

Berikut ini adalah 22 merek kopi yang positif mengandung bahan kimia tersebut. Di dalam kopi-kopi ini, ada yang positif dicampur dengan zat aktif  Viagra yakni sildenafil, atau pun zat aktif obat Cialis yakni tadalafil :

1. 39 Sa Kao 3 in 1 Kopi Mix Plus Ektrak Jahe 
(Depkes RI PIRT No. 210317594151/Kota Jakarta Utara)

2. 39  Sa Kao Kopi Mix Ginseng Korea 3 in 1  (PIRT 210317505151/Kota Jakarta Utara)

3. Bel-Bel Kopi Susu Extra (PT. Mandala  Cahaya Sentosa/PIRT 610331502001)

4. Black Borneo Platinum Coffee  (PT Victoabel Food Industry/P-IRT 6103515401564)

5. Dream Coffee (PT. Mandala Cahaya Sentosa – Sidoarjo/PIRT 6103515271564), ( PT. International Green Natural, P-IRT 6103515271564), PIRT. 6103515271564 Kab. Sidoarjo)

Baca selengkapnya di kompas.com

BPOM Temukan 22 Produk Kopi Dicampur Obat Kuat

Posted on: November 25th, 2011 by Demka Sakti

Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) menemukan modus operandi baru yang dilakukan para pelaku usaha yang tak bertanggung jawab. Dari hasil sampling yang dilakukan BPOM di beberapa daerah terhadap 56 produk kopi dalam kemasan, ditemukan 22 produk yang positif mengandung Bahan Kimia Obat (BKO).

“Kopi ini ada yang mengadung bahan kimia obat sildenafil dan tadalafil. Kedua BKO ini biasanya digunakan untuk mengobati disfungsi ereksi,” kata Kepala Badan BPOM Kustantinah, di Jakarta, (25/11/2011).

Terkait temuan 22 produk kopi dengan BKO tersebut, Kustantinah mengaku Badan POM tidak pernah memberikan persetujuan izin edar terhadap produk kopi tersebut. Ia menambahkan, pada prinsipnya penambahan BOK dalam produk makanan dilarang.

“BKO ini termasuk dalam kelompok obat yang keras dan perlu resep dokter. Kalau pun digunakan harus ada ketentuan yang jelas mengenai takaran dan dosisnya,” ucapnya.

Baca selengkapnya di kompas.com

Cancer treatment shows promise for rapid weight loss

Posted on: November 12th, 2011 by Demka Sakti

A drug born of a revolutionary approach to cancer treatment causes rapid weight loss and improved metabolic function in monkeys, scientists have found. Coming in the wake of multiple setbacks for proposed diet drugs, the early success of a peptide dubbed “adipotide” by its creators may open a new front in the war against obesity, several researchers said.

Read the full article of latimes.com

Ketua IDI: Paku dalam Betis di Luar Batas Ilmu Kedokteran

Posted on: November 4th, 2011 by Demka Sakti

Kasus yang menimpa bocah malang Safirah Putri (3) warga Ajatappareng, Parepare, Sulawesi Selatan, sempat menghebohkan dan mendapatkan sorotan publik. Betapa tidak, di dalam betis bocah itu terdapat puluhan logam menyerupai paku dan jarum.

Tim dokter ahli bedah RSUD Andi Makkasau yang dipimpin dr Kamaruddin Sahid, SpBP berhasih mengangkat logam-logam tersebut dari betis sang bocah malang. Dalam penuturannya seperti yang dilaporkan salah seorang warga Kompasiana, Kamaruddin justru mencurigai paku-paku tersebut sengaja dimasukkan ke dalam kaki bocah malang tersebut.

Baca selengkapnya di kompas.com

Bahaya Balita Gemar Memainkan iPad

Posted on: October 26th, 2011 by Demka Sakti

Anak-anak zaman sekarang memang lebih piawai menggunakan aneka gadget canggih. Tak heran jika belum genap berusia 2 tahun pun si kecil sudah gemar memainkan berbagai aplikasi dan game seru di iPad.

Aplikasi-aplikasi khusus untuk balita pun kini banyak tersedia, misalnya saja Baby Touch:Peekabo atau Fish Games, yang rata-rata mengklaim bermuatan edukatif. Beberapa bahkan menjanjikan aplikasinya bermanfaat untuk meningkatkan koordinasi tangan dan mata serta kemampuan fokus bayi hingga balita usia 2,5 tahun.

Para orangtua pun tak khawatir membiarkan buah hati mereka asyik mengutak-atik gadget karena dianggap bisa membuat anak mereka cepat pintar. Keasyikan anak-anak terhadap gadget juga dimanfaatkan orangtua untuk sejenak beristirahat atau melakukan hal lain. Istilahnya adalah digital babysitter.

Akan tetapi, seaman itukah iPad untuk perkembangan anak-anak? Baru-baru ini para ahli dari The American Academy of Pediatrics (AAP) kembali menyarankan para orangtua untuk membatasi waktu balita mereka, terutama yang masih berusia kurang dari 2 tahun, di depan layar televisi.

 

Baca selengkapnya di kompas.com

Danish Study Finds No Cancer Link to Cell Phones

Posted on: October 21st, 2011 by Demka Sakti

Danish researchers can offer some reassurance if you’re concerned about your cell phone: Don’t worry. Your device is probably safe.

The biggest study ever to examine the possible connection between cell phones and cancer found no evidence of any link, suggesting that billions of people who are rarely more than a few inches from their phones have no special health concerns.

The Danish study of more than 350,000 people concluded there was no difference in cancer rates between people who had used a cell phone for about a decade and those who did not.

Read the full story at sfgate.com

Robotic Surgery Making Inroads In Many Medical Procedures

Posted on: October 21st, 2011 by Demka Sakti

With medical technology evolving at an extraordinary pace, surgical robots are making inroads into the operating room. Robotic-assisted minimally invasive surgery signifies a remarkable technological progress for a wide range of procedures traditionally requiring open surgery. By allowing surgeons to perform complex operations through small incisions, it diminishes the level of patient ordeal and helps considerably improve patient outcomes.

 

Read the full story at thejakartapost.com